SURAT FORKOMARAS KEPADA DIRJEN HUB UD…

Dibawah ini adalah surat yang saya buat pada tanggal 1 Juli 2008 lalu. Pada tanggal itu saya bertemu dengan dirjen hubud, namanya Budi , pak Hemi, dan pak Fad. Namun ternyata pada kesimpulannya, lima hari setelah pertemuan itu pak Hemi menjelaskan (itupun setelah saya yang menelepon ponselnya !!!), bahwa Dirjen Hubud tidak bisa membantu soal deposit ini. Rumour yang beredar bahwa Dirjen Hubud merupakan kroni dari Gustiono sangat kental. Sungguh keparat !!!

Kami FORKOMARAS ( Forum Komunikasi Agen Resmi Adam Air Se indonesia ) terbentuk karena ketidak mampuan kantor cabang Adam Air ( Soepomo ) dalam memberikan solusi, di saat-saat akhir ditutupnya Adam air oleh Departemen Perhubungan.

Pada awalnya, Forkomaras ini hanya gerakan untuk mengakomodasikan Travel Agent di bawah cabang Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan. Kami memiliki situs internet dengan alamat https://forkomaras.wordpress.com . Mungkin karena ini situs yang pertama kali membahas mengenai tutupnya Adam Air, khususnya dari sisi travel agent, membuat situs ini menjadi acuan dari seluruh Jakarta, dan pada akhirnya meluas ke seluruh Indonesia.

Pada saat Adam Air di cabut ijin terbangnya oleh Dep Hub, kami travel agen masih bisa tenang. Mengingat janji Adam Suherman di media elektronik dan cetak yang sedemikian meyakinkan akan menyelesaikan seluruh tagihan yang dialamatkan ke Adam Air ( PT. ADAM SKY CONNECTION ). Saat itu kami sangat percaya dan mengesampingkan perihal pesengketaan Keluarga Adam Suherman dengan pihak PT. Global Transport System dan PT. Star Bright, yang notabene, kedua PT tersebut dimiliki oleh konglomerat besar PT. BHAKTI INVESTAMA.

Kami begitu yakin dan percaya akan penyelesaian masalah kami, yakni Uang Titipan Jaminan Tiket atau biasa disebut juga Uang Deposit. Kami sangat percaya akan terselesaikan sebab disamping kedua belah pihak tersebut tampak meyakinkan sebagai Bussinesman, kami yakin bahwa UANG yang handak kami ambil ADALAH MEMANG MUTLAK MILIK KAMI. BUKAN MILIK ADAM SUHERMAN APALAGI MILIK BHAKTI INVESTAMA (PT. GTS dan PT Star Bright ) !!!

Itulah sebabnya, pada tanggal 26 Maret 2008 sejak dicabutnya izin Adam Air oleh Dep Hub, sodara Gustiono Kustianto mengeluarkan surat Internal Memo yang isinya “seolah-olah” ingin menyelesaikan dengan cepat masalah Uang Titipan Jaminan Tiket ini kepada Travel Agent.

Banyak dari kami sudah menyelesaikan dalam 2 hari kerja saja. Bahkan pada tanggal 21 Maret kami sudah menyelesaikan perhitungan Uang Titipan Jaminan Tiket ini, atau biasa disebut dengan Berita Acara Perhitungan ( BAP ). Namun seiring itu, entah kenapa Gustiono mewajibkan menggunakan sistim transfer ke Rekening Koran BCA.

Sekali lagi kami penuhi persyaratan yang sangat mengada-ada tersebut. Adalah sudah jamak pengusaha di Jakarta memiliki rekening BCA. Alhasil, pada tanggal 23 Maret dan seterusnya kami travel agent sudah memiliki berkas penyelesaian Uang Titipan Jaminan Tiket ini, yang mencantumkan rekening BCA untuk menerima transfer.

Namun seiring waktu, pada tanggal 26 Maret 2008 tersebut kami mendapat info dari rekan travel di Gedong Panjang, bahwa sodara Gustiono sudah tidak masuk kantor lagi, BAHKAN TIDAK BERSEDIA MENANDATANGANI CEK/ GIRO YANG SUDAH DITANDATANGANI YUNDI SUHERMAN !!!

Kami berusaha bersabar, dan masih percaya bahwa ada niat baik dari pihak Adam Suherman maupun Gustiono, yang juga merupakan kuasa penuh pemegang saham PT. GTS dan PT. Star Bright, milik PT. Bhakti Investama, di PT. ADAM SKY CONNECTION.

Sepanjang bulan April, kami masih belum menerima kabar baik dari kedua pemegang saham. Baik pihak keluarga Adam maupun Bhakti sangat susah dihubungi. Patut dicatat, pada bulan April ini sudah banyak juga travel yang sudah memegang Giro yang sudah ditandatangani Yundi Suherman. Namun saat mencoba menemui Gustiono sangat sulit. Dia selalu menghindar dengan berbagai macam alasan.

Saat itu, Gustiono bila dihubungi untuk membubuhkan tanda tangan di lembar cek/ giro yang sudah ditandatangani Yundi Suherman, berkilah bahwa mereka sedang berperkara, jadi tidak mungkin untuk menandatangani cek/ giro tersebut. Adalah sangat aneh, kami hanya hendak meminta uang kami kembali, tapi sangat sulit.

Sepanjang bulan Mei adalah saat penuh ketidak pastian. Bahkan kami sempat mengadu ke Komisi V DPR dan melakukan audiensi. Tanggapan Anggota Dewan yang ada cukup membuat kami “agak” senang, karena seolah kami akan terbantu. Tapi sekali lagi, kami masih tidak pasti dengan hasil pertemuan tersebut. Namun demikian, kami tidak putus asa, dan suatu saat bila kami anggap perlu kami akan kembali mengadu ke Komisi V DPR bila masalah ini tidak kunjung terselesaikan.

Memasuki bulan Juni, tepatnya pada tanggal 2 Juni kami beramai-ramai mendatangi kantor Gustiono di Menara Kebon Sirih lt. 8, ( untuk meminta tanda tangan Gustiono pada lembar Giro yang kami miliki ), dimana disitu berkantor bakal Star Eagle. Saat itu diliput oleh Trans TV, Metro TV, SCTV, radio El Shinta. Pada saat itu Gustiono tidak bersedia menemui kami dengan alasan yang tidak jelas.

Kami semakin yakin, bahwa biang kerok permasalahan ini ada pada PT. GTS dan PT. Star Bright. Kalau tidak, mengapa dia tidak bersedia menemui kami ??? Bukankah Gustiono merupakan Direktur Keuangan PT. Adam Sky Connection ??? disisi lain, bagaimana mungkin mereka akan menerbangkan Star Eagle, sementara mereka tidak mau menandatangani pencairan Giro kami ???

Pada waktu-waktu di dalam bulan Juni ini kami tidak mungkin menagih atau menyalahkan Keluarga Adam, mengingat kami sudah menerima Cek/ Giro yang ditanda tangani Yundi Suherman, maupun Adam Suherman. Dimana Cek/ Giro tersebut memerlukan Dua tandatangan, yakni salah satunya harus bertandatangan Gustiono Kustianto.

Waktu terus berlalu, dan secara tiba-tiba pada tanggal 9 Juni 2008 kami mendengar kabar bahwa Pengadilan Niaga di Jakarta Pusat menjatuhkan putusan Pailit kepada PT. ADAM SKY CONNECTION. Padahal disaat bersamaan banyak rekan-rekan travel sedang menyelesaikan BAP ini. Yang lebih aneh lagi, pada tanggal 13 Juni 2008 Dir Jen Hub Ud baru mengeluarkan surat kepada Kedua pemegang saham PT. Adam Sky Connection, yang isinya memperingatkan mereka agar segera menyelesaikan masalah dengan pihak ke tiga.

Bagi kami surat ini sudah sangat terlambat mengingat surat ini merupakan balasan dari surat Astindo bertanggal 25 April, dan surat ASITA bertanggal 3 Mei. Berarti Dir Jen Hub Ud memerlukan waktu DUA SETENGAH BULAN, hanya untuk membalas surat…

Tetapi kami tidak putus asa. Sekali lagi kami datangi Menara Kebon Sirih secara beramai-ramai pada tanggal 17 Juni 2008 pukul 10.00 tepat, dan diliput oleh seluruh Media Cetak dan Elektronik, ( yang ditayangkan di berita SCTV, Metro TV, TRANS TV, TV One, Jak TV, Radio Elshinta, sore hari dan esok harinya ).

Karena pada hari itu Gustiono tetap bersikeras tidak mau menandatangani giro yang kami miliki, maka saat itu juga kami secara bersama-sama melaporkan sodara Gustiono ke Polda Metro Jaya dengan nomor : Pol: 1558 / k / VI / 2008 / SPK UNIT III, dengan Gustiono Kustianto sebagai terlapor dugaan penggelapan Uang Titipan Jaminan Tiket. Dimana saat Resume ini dibuat, laporan tersebut sudah dalam proses Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ), dengan nomor Pol: B/ 8498 / VI / 2008 Dit Reskrimum.

Lucunya, pada tanggal 18 Juni 2008 Gustiono melakukan Konferensi Pers dengan menggunakan media elektronik dan media massa dalam grup usaha PT. BHAKTI INVESTAMA macam RCTI, TPI, GLOBAL TV, Koran Sindo, dimana dia menyampaikan lewat kuasa hukumnya Max Andrian, yang menyatakan kalau kedatangan kami pada tanggal 17 Juni 2008 ke Menara Kebon Sirih lt. 8 adalah salah alamat. Menurut kuasa hukumnya, mestinya kami mendatangi Kurator yang menangani masalah ini mengingat PT. Adam Sky Connection sudah Pailit.

Bila menilik dari tanggal kedatangan kami yaitu tanggal 17 Juni 2008, pernyataan kuasa hukum itu bisa jadi benar. Tetapi pertanyaan kami adalah, SELAMA INI ANDA KEMANA SAJA, GUS ???

BUKANKAH KAMI SUDAH MENAGIH SEJAK BULAN MARET, APRIL, MEI, TETAPI ANDA MEMANG TIDAK BERNIAT BAIK UNTUK MENYELESAIKANNYA ???

Permasalahan menjadi semakin runyam karena adanya kewajiban kreditur untuk segera melaporkan tagihan piutang kepada kurator yang menangani harta/ asset PT. Adam Sky Connection, paling lambat hingga tanggal 10 Juli 2008. Bila tidak mendaftar kepada kurator, maka segala tagihan setelah tanggal tersebut otomatis hangus/ gugur. Persoalan ini mungkin tidak akan menjadi semakin pelik bila Gustiono mau menyelesaikan masalah ini secara bijak.

Kami FORKOMARAS tidak akan tinggal diam sampai permasalahan ini selesai. Kami adalah travel agent yang kecewa dengan keadaan yang ada, dan kami merasa senasib sepenanggungan dengan seluruh travel se Indonesia. Terlepas dari gaya manajemen Adam Suherman yang mengelola bisnis Airline nya seperti mengelola warung kelontong, Kami merasa selama ini sebelum masuknya PT. BHAKTI INVESTAMA dalam manajemen PT. ADAM SKY CONNECTION, bisnis ini “fine-fine” saja.

Masalah pesawat yang kecelakaan, tentu bisa diselesaikan dengan hukum yang berlaku. Kalau memang manajemen Adam Air saat itu bersalah, ya dikenai hukuman atau denda atau apalah. Tetapi masalah salah satu pemegang saham yang tidak mau mengembalikan Uang Titipan Jaminan Tiket milik pengusaha travel agent, tentu ini persoalan lain.

Bila persoalan ini tetap berlarut-lerut, dan kami tidak mendapatkan kembali Uang Titipan Jaminan Tiket ( deposit ) milik kami, maka kami FORKOMARAS dengan ini menyatakan dengan tegas;

  1. Akan terus melakukan pengawasan tindak tanduk PT. BHAKTI INVESTAMA yang akan terjun dalam bisnis Airline apapun namanya nanti.
  1. Kami akan terus meyakinkan kepada semua pihak, bahwa travel agent seluruh Indonesia pada Umumnya, dan Jabodetabek khususnya, tidak akan bersedia menjadi kepanjangan tangan/ menjual tiket dari pengusaha hitam macam PT. BHAKTI INVESTAMA ini , sekalipun berganti nama dari Star Eagle manjadi Indonesia Air Transport.
  1. Bila PT. BHAKTI INVESTAMA dengan PT. Indonesia Air Transport nya tetap nekad terbang, maka kami akan mogok menjual tiket selama 3 atau 4 hari sebagai wujud protes kami.

Perlu juga diketahui, kami bukan melakukan ancaman kosong, tetapi ini lebih sebagai upaya tindakan preventif dimasa yang akan dating, agar hal seperti ini tidak menjadi preseden buruk dikemudian hari. Sebagai catatan tambahan bila dianggap perlu, FORKOMARAS memiliki rekaman percakapan telepon sodara Gustiono yang didalamnya jelas-jelas mengatakan akan menendang Adam Suherman dari manajemen PT. Adam Sky Connection.

Jakarta, 1 Juli 2008

Tertanda

Wibowo

Ketua Forkomaras

Satu Tanggapan to “SURAT FORKOMARAS KEPADA DIRJEN HUB UD…”

  1. Gracia Says:

    Sangat bagus bos…
    Sensasional, aktual & tetap proporsional…
    Hancurkan lawan (kalau tidak mau berkawan)….
    Tidak perduli pejabat, pengusaha, konglomerat ataupun jendral…
    Mati dimanapun harus siap….Ini bukan masa penjajahan…
    Tetap semangat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: