RAPAT VERIFIKASI 23 JULI 2008….

Woke…

To The Point saja….

Ini rapat yang saya tunggu-tunggu. Dengan semangat 45 saya ngebut ke pengadilan niaga di Jakarta Pusat. Pukul 09.15 saya sudah duduk menunggu. Kerajinan amat yak ???

Suasana masih sepi karena memang rencana rapat akan dimulai pukul 10.00 WIB. Menjelang pukul 10.00 orang-orang mulai berdatangan, dan tanda tangan absensi sesuai dengan kurator masing-masing. Karena memang rapat kali ini adalah rapat Kreditur. Tentu saja yang hadir hanyalah Kreditur yang terdaftar pada kurator masing-masing.

Dibawah ini saya tampilkan skrinsyut saat suasana belum begitu rame.

Sedangkan yang nggak kebagian tempat duduk ya harus sabar berdiri bengong seperti dibawah ini……

Meski nasib kurang begitu baik, sekelompok mbak-mbak mantan karyawan Adam air ini tetep ceria…. ( kapan gajian…. )

Pukul 10.15 pintu ruang rapat/ sidang dibuka. Dan seperti pada umumnya orang Indonesia, segera menyerbu masuk ruang untuk bisa dapat tempat duduk……

Syukurlah saya bisa duduk di barisan paling depan, dan tanpa sengaja bersebelahan dengan mbak-mbak cantik dan wangi. Sungguh, saya nggak sengaja looohh…. Nasib baik saja kok….😉

Yang serem adalah piutangnya kepada Adam Air, sebesar 1,5 M  boss… 😯

Untuk menjaga privasi, Pict sengaja saya bikin Blur…

Rapat/ Sidang yang mestinya dimulai pukul 10.00 ini molor hingga jam 12.00 siang. Tampak Gustiono dan pengacaranya mondar-mandir kayak setrikaan, tebar pesona, entah apa yang dipikirkannya. Saya nggak sudi menyapanya walau hanya sepatah kata pun. Andai bisa mengumpat, mungkin akan lebih baik.

Tepatnya saat Adzan Dzuhur berkumandang, hakim pengawas  mengetuk palu tanda dimulainya rapat/ sidang. Cukup mengejutkan adalah hadirnya Adam Suherman pada rapat ini. Maaf kalau Pict kurang jelas, soalnya kamera melawan datangnya cahaya dari depan ( jendela ).

Pada intinya, rapat kali ini adalah penyampaian pernyataan dari kurator tentang tagihan dari para kreditur kepada PT. Adam Air. Misalnya, Kurator menyampaikan tagihan dari pihak karyawan, katakanlah,  sekian M, dan ditanggapi oleh pihak Debitur, yaitu Adam dan Gustiono.

Adam langsung mengiyakan, bahwa tagihan dari karyawan untuk diutamakan. Tentu saja Karyawan kegirangan. Tapi rapat mendadak menjadi sulit, saat pengacara Gustiono menyampaikan data-data lawas ( 2005 ) sebagai masukan bukti baru. Lagu lamaaaa…..

Nggak ada yang lebih canggih, boss ???  😉

Rapat dilanjutkan sebulan lagi…..  😆

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: