Archive for the ‘1’ Category

SIDANG RICUH, 23 DESEMBER 2008…

Desember 24, 2008

( Posting  ini penuh dengan gambar dan video amatir. Maaf untuk anda yang fakir benwit )

Sidang  yang nggak jelas acaranya apa, mengingat sudah sebulan semenjak Travel Diakui Sementara oleh Kurator, tidak ada progres yang menggembirakan.

Diluar ruang sidang penuh dengan tempelan poster ala kadarnya dari forsikad, menuntut digantinya Kurator dalam kasus pailit Adam Air. Skrinsut dibawah ini salah satunya….

.

ganti-kurator-2

.

Sidang berlangsung gaduh karena teriakan dan yel-yel dari mantan karyawan Adam Air. Meskipun 100% Kreditur menyatakan tidak menghendaki Kurator yang menangani kasus ini yaitu Gunawan dan Antoni,  namun nampaknya hakim pengawas, Reno, kurang menanggapi. Akibatnya Bisa ditebak, sidang berjalan tidak khidmat…..

.

rameee

.

Untuk yang belum tahu seperti apa Kurator, inilah Kurator Gunawan dan Antoni….

.

gunawan-dan-antoni

.

Yang parah adalah, setelah hakim pengawas mengetuk palu tanda dihentikannya sidang, pengawal Kurator malah melakukan tindakan yang tidak perlu, yaitu melakukan penyerangan kepada ketua PAPSI, bapak Wibowo.

Akibatnya karyawan yang melihat kejadian itu jadi semakin emosional dan merangsek melakukan penyerangan balik.

Ricuh.

Saat ini bapak Wibowo sedang mempertimbangkan untuk melapor kepada Polisi, atas tindakan pengawal Kurator Gunawan dan Antonius, yang bersifat mengancam, menyerang, dan menimbulkan rasa tidak menyenangkan, terlebih dilakukan di dalam ruang sidang.               👿

.

Video amatir dengan gambar kurang fokus dibawah ini berisi “pidato” hakim pengawas yang mencoba mempertahankan sidang….

.

.

Video di bawah ini, Kurator Gunawan gusar dengan mengancam pengacara ASITA, bapak Timotius, ke Dewan Kehormatan Pengacara ( Advokat )…..

.

PENTING DIWASPADAI !!!

Desember 3, 2008

PENGUMUMAN

.

Pada tanggal 14 Agustus 2008 saya telah memecat pegawai ticketing saya, bernama Dewi Nurhasanah,  perempuan, berbadan kecil dan mengenakan jilbab untuk suatu permasalahan yang tidak dapat lagi ditolerir.

Dua minggu setelah saya pecat, saya baru menyadari bahwa dia telah melakukan kecurangan yang sangat fatal. Yaitu secara diam-diam menerima pesanan tiket dari client ( bernama ROSLIANI, perempuan, berambut cepak di warnai merah, berkacamata ), lewat ponsel pribadi, dan secara diam-diam pula melakukan Issued tiket dengan menggunakan LG ke Bonansa Travel, Tebet, senilai total 4 juta lebih.

Saya sudah mencoba untuk menagih kepada sodara ROS ini  berkali-kali, dan sampai dengan artikel ini saya posting, satu rupiah pun tidak berhasil saya tagih.

Untuk itu saya ingatkan kepada rekan-rekan travel untuk berhati-hati bila berhadapan dengan pegawai berinisial DN ini, dan calon penumpang dengan ciri-ciri yang saya sebutkan tadi.

Untuk info lebih lanjut, bisa menghubungi ponsel saya.

Waspadalah !!

.

.

.

Up Date !!!

Hingga  3 Desember 2008 ini saya belum menerima pembayaran serupiahpun dari ROSLIANI.

Sedangkan Dewi Nurhasanah sudah tidak mengangkat ponselnya.

Untuk itu saya mengingatkan kepada rekan-rekan pemilik travel untuk berhati-hati bila menerima Dewi sebagai pegawai !!!


BERITA PENTING DARI BARESKRIM !!!

September 20, 2008

TRAVEL BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN !!!

Pagi ini, Sabtu ( 20 Sept 2008 ), saya dihubungi oleh tim penyidik BARESKRIM, bahwa pada hari Selasa besok, 23 Sept 2008 Gustiono dipanggil oleh BARESKRIM pada pukul 10.00

Besar kemungkinan Gustiono akan menjadi tersangka dengan tuduhan penggelapan uang deposit milik travel.  😀

Untuk itu, kita, para pemilik travel saya harap kedatangannya di BARESKRIM Polda Metro Jaya pada jam tersebut. Saya sangat berharap, anda sendiri yang akan datang atau orang kepercayaan anda. Karena mungkin akan ada deal-deal khusus…   😉

Rencananya, kita akan diliput media terpercaya seperti SCTV, METRO TV, TRANS TV, KORAN TEMPO, TEMPO INTERAKTIF.COM, dan sebuah MEDIA INTERNET INDEPENDEN lainnya.

ps;

MAAP, NDAK NRIMA WAWANCARA DARI GLOBAL TV, TPI, dan RCTI

ITS NOW OR NEVER, DON’T MISS IT !!!

KURATOR MENOLAK TAGIHAN TRAVEL !!!

Agustus 13, 2008

Tanggal 12 kemarin adalah rapat penentuan kreditur.
Hasilnya sangat mengecewakan.
Kurator memasukkan Travel kedalam kreditur yang disanggah.

Terus terang saja saya meragukan kredibilitas kurator dalam menangani masalah ini. Alasannya adalah TIDAK ADANYA BANK GARANTY dalam deposit.

Saya pikir ini kurator memang goblog, atau bisa jadi dia dibayar oleh Gustiono.

saya belum bisa banyak  menulis, karena saya akan tetap memperjuangkan rekan travel untuk mendapatkan hak nya.

Jangan lupa;

KITA PERANG DENGAN GUSTIONO !!!

KITA PERANG DENGAN INDONESIA AIR TRANSPORT !!!

TRAVEL BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN !!!

BESOK SEMUA TRAVEL VERIFIKASI DI PENGADILAN NIAGA… !!!

Agustus 11, 2008

.

Maaf agak buru-buru, karena saya sedang tidak banyak waktu.
Pada intinya,

Tanggal 12 Agustus besok, Pukul 09.00 tepat, wajib datang  di Pengadilan Niaga, Jl. Hayam Wuruk. ( Harmoni ) Jakarta Pusat.

Acaranya adalah verifikasi pengembalian deposit Travel di Adam Air.
Bila anda selaku pemilik Travel tidak sempat hadir langsung, dapat mewakilkan. Pokoknya hadir saja, agar tahu jalannya rapat verifikasi ini.

Kali ini semua Travel wajib hadir, terlepas dari Travel anda sudah dalam proses atau belum, agar anda tahu berapa besar deposit yang akan anda terima kembali….

Tolong saling memberi tahu dengan Travel yang menjadi tetangga anda. Jangan lah pelit berbagi informasi….

TRAVEL BERSATU,

TAK BISA

DIKALAHKAN !!!

JANGAN PUTUS ASA !!!

Juli 3, 2008

Ya.

Jangan putus asa !!!

Ini kata-kata yang saya kawatirkan sejak kita, para pemilik travel, kesulitan untuk mengambil Uang Deposit kita di Adam air. (more…)

FORKOMARAS MENUNTUT SISTIM DEPOSIT TIKET DIUBAH !!!

Juni 7, 2008

Indonesia mungkin adalah satu-satu-nya Negara yang menerapkan system Deposit Ticket dengan cara menyerahkan sejumlah uang cash dalam ke dalam rekening perusahaan penerbangan tersebut. Motode yang berlaku di Indonesia sangatlah penuh resiko karena tidak adanya proteksi untuk agent untuk dapat kembali mengusai uangnya jika terjadi kebangkrut atau tidak beroperasinya perusahaan penerbangan seperti halnya kasus Adam Air, Air Efata dan Sempati Air

Aturan yang sangat merugikan ini harus segera dihapuskan dan dibuat aturan yang baru yang lebih baik yang sama-sama menguntungkan Travel Agent maupun perusahaan penerbangan. Depertemen Perhubunganmelalui DirJen Perhubungan Udara sebagai lembaga yang membawahi industri penerbangan harus menerima masukan dan saran dari Asosiasi terkait dengan industri penerbangan seperti INACA yang mewakili Airlines dan ASITA dan ASTINDO yang mewakili travel agent. Hal ini dialakukan agar pemerintah dapat melahirkan policy atau aturan-aturan yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

Pertemuan-pertemuan ASITA DKI Jakarta telah beberapa kali membahas tentang penghapusan metode deposit tiket yang diberlakukan oleh sebagian besar perusahaan penerbangan di Indonesia dan penjelasan alternative pengganti metode ini pun telah dilontarkan namun sepertinya tidak mendapat tanggapan dari Travel agent sendiri. Alternatif-alternatif yang pernah di utarakan dalam pertemuan tersebut menurut saya pribadi cukup bagus dan memang sudah diterapkan oleh IATA Indonesia dan Negara lain.

Alternatif pertama adalah deposit berupa Bank Draft yang diwakili oleh pihak ketiga yang merupakan lembaga keuangan sebagai penjamin. Dengan hal ini jika salah satu pihak baik Airlines maupun Travel Agent melakukan wan prestasi maka uang tersebut dapat dengan mudah dicairkan tanpa proses yang berbelit dan dan pasti karena ada jaminan hukum yang jelas.

Alternatif kedua adalah menetapkan metode yang telah ditetapkan oleh IATA Indonesia dengan BSP Domestic model S2P, namun konsekuensi adalah semua travel agent harus menjadi agen IATA. Oleh karena itu IATA Indonesia harus melonggarkan aturannya agar Travel Agent yang sudah menjadi Agent dari beberapa airlines domestic otomatis menjadi agen IATA Domestic.

Alternatif ketiga dapat datang dari rekan-rekan travel agent yang mempunyai ide untuk menggantikan metode deposit tiket yang merugikan ini. Metode deposit tiket seperti ini tidak akan berakhir jika tidak ada gerakan dari rekan-rekan untuk merubahnya karena saya percaya akan terus terjadi kasus-kasus seperti Adam Air di Indonesia. Caranya adalah mari kita beri masukan dan dorongan kepada Pemerintah(DirJen Perhubungan Udara) melalui forum-forum seperti yang dipimpin oleh Bapak Wibowo (NUSANTARA TRAVEL), dan Asosiasi terkait seperti ASITA dan ASTINDO agar Pemerintah membuat aturan tentang metode deposit tiket yang lebih baik dan menguntungkan semua pihak termasuk pemerintah sendiri karena tak perlu lagi dipusingkan dengan kasus-kasus seperti Adam Air dikemudian hari.

Terus Berjuang untuk kepentingan bersama!

H. Basri Fahriza, SE, MBA.
Manager Operational & Tour
Victoria Tour & Travel

NAGIH UTANG KE BHAKTI…

Juni 3, 2008

Berikut ini, skrinsut saat Travel Agent menagih utang ke Bhakti Investama, di Menara Kebon Sirih.

Anda perlu internet kecepatan tinggi untuk meng akses nya.

Maaf atas ketidak nyamanan ini.

Klik Untuk Memperbesar *Inilah kantor Eagle Air yang akan dioperasikan oleh Global Transportation System, anak perusahaan dari PT. Indonesia Air Transport, dibawah perusahaan PT. Bhakti Investama.

Paling kiri adalah Fadl’, koordinator travel agent di bawah cabang Adam Melawai, disebelahnya adalah Henry owner dari Gracia Travel yang membantu saya woro-woro. Berbaju kuning adalah Daniel koordinator travel agen Gedong Panjang.

*Di kantor Eagle Air ini, Gustiono tidak berani menampakkan batang hidungnya. Dia malah menyuruh orang aneh ini menemui kami. Sungguh aneh, sebuah perusahaan yang konon kabarnya konglomerat, menyuruh seorang Office Boy untuk memberi keterangan. Saat ditanya jabatannya apa, dia nggak bisa jawab. Ditanya apakah dia mengerti yang namanya uang deposit, dia nggak bisa jawab. Karena tingkat intelejensianya saya ragukan, saya suruh dia masuk kantornya lagi. Orang macem begini nggak kompeten untuk mengurusi masalah uang deposit. Halooo Gustiono…. Tolong lain kali jangan kirim orang idiot untuk menemui kami….!!!

*Berikut ini suasana saat kami berada di kantor Gustiono. Sangat ramai. Mestinya bisa lebih ramai lagi. Sayang separo dari mereka ini diganjal di lantai bawah.

* Andai tidak diganjal dilantai bawah, saya yakin ruangan ini akan penuh sesak. Yang berhasil menuju ke lantai atas ada 100 an orang. Sedang yang terganjal dilantai bawah, sekitar 50 an orang.

*Hanya sedikit yang bisa duduk begini. Yang berjilbab itu mbak Dinar dari Bimatama yang depositnya lumayan gede, dan hingga saat ini duit itu masih digelapkan oleh Bhakti Investama.

TRAVEL BERSATU, TAK BISA DIKALAHKAN !!!

TRAVEL BERSATU, TAK BISA DIKALAHKAN !!!

TRAVEL BERSATU, TAK BISA DIKALAHKAN !!!

SURAT DARI REKAN TRAVEL DI JAMBI…

Mei 31, 2008

Dear Pengurus Forkomaras,

Salam kenal kita dari Blue Horizon Travel di Jambi yang punya kepentingan sama dan permasalahan sama dengan pihak ADAM AIR. Setelah saya baca di forkomaras.wordpress.com, sepertinya ada angin segar dan harapan untuk pencairan Deposit Adam.

Disini kami dari travel agent Jambi mohon pencerahan untuk beberapa pertanyaan berikut :
1. Pencairan deposit adam dari travel agent Jambi yang statusnya bukan anggota forkom ??
2. Jika bisa diperjuangkan juga, apa saja yang musti kami persiapkan disini untuk pencairan depositnya ??
Pada dasarnya kami travel agent Jambi juga sudah berusaha untuk pencairan deposit adam, tapi sampai sekarang tetap menemui jalan buntu. Mohon pencerahan dan bantuannya dari Forkomaras, terima kasih…..

Regards,
Markus
Blue Horizon


ADMIN:

KAMI DI JAKARTA JUGA BELUM MENBERIMA SERUPIAHPUN.

JUSTRU MAKSUD PENDIRIAN FORKOM ADALAH UNTUK MEMPERJUANGKAN UANG DEPOSIT YANG DIGELAPKAN OLEH PEMEGANG SAHAM ADAM AIR…

MARI BERSATU !!!

INFO !!!

Mei 28, 2008

BESOK KAMIS, TANGGAL 29 MEI, SEMUA AGEN DIBAWAH SOEPOMO, OLEH DHANI DAN JACK DIPERSILAKAN MENGAMBIL BERKAS MASING-MASING.

PENGAMBILAN MULAI PUKUL 12.00 SAMPAI DENGAN 15.00

MULAI 1 JUNI ADAM AIR BENAR-BENAR SUDAH TIDAK ADA KARYAWAN !!!


POST INI TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN KETUA FORKOM. HANYA MENERUSKAN SMS DARI jACK DAN DHANI

MAU AMBIL BERKAS SILAKAN, TIDAK MAU AMBIL BERKAS JUGA SILAKAN. BUKAN TANGGUNG JAWAB KETUA FORKOM SAMA SEKALI.